Mendapatkan nilai TOEFL yang bagus sering dianggap sulit karena peserta harus menguasai banyak hal sekaligus, mulai dari vocabulary, grammar, reading hingga listening. Padahal, jika menggunakan strategi belajar yang tepat, persiapan TOEFL bisa dilakukan dengan lebih mudah, terarah, dan tidak terasa membebani.
Kunci utamanya bukan belajar sebanyak mungkin dalam satu hari, melainkan belajar secara rutin dan memahami pola soal TOEFL.
Semakin sering seseorang mengerjakan soal, semakin mudah ia mengenali tipe pertanyaan yang muncul. Karena itu, latihan melalui platform seperti Tryout.id dapat menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi TOEFL.
Kenali Dulu Bagian-Bagian TOEFL
Kesalahan yang sering dilakukan peserta adalah langsung mengerjakan ratusan soal tanpa memahami bagian yang sedang diuji.
Secara umum, latihan TOEFL mencakup kemampuan seperti Listening, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Vocabulary juga menjadi kemampuan pendukung yang sangat penting karena akan digunakan dalam berbagai bagian ujian.
Setiap bagian membutuhkan strategi berbeda.
Pada listening, peserta perlu membiasakan telinga memahami percakapan dalam bahasa Inggris.
Pada structure, peserta harus memahami pola tata bahasa.
Sementara pada reading, peserta dituntut membaca cepat sekaligus menemukan informasi penting dari sebuah teks.
Karena itu, belajar TOEFL sebaiknya tidak hanya fokus pada satu kemampuan.
Belajar Sedikit tetapi Setiap Hari
Belajar TOEFL selama lima jam sekaligus kemudian berhenti selama seminggu biasanya kurang efektif.
Lebih baik menyediakan waktu sekitar 30 hingga 60 menit setiap hari.
Misalnya:
Senin fokus pada listening.
Selasa belajar structure.
Rabu mengerjakan reading.
Kamis memperbanyak vocabulary.
Jumat mencoba latihan campuran.
Sabtu mengerjakan tryout.
Minggu digunakan untuk mengevaluasi kesalahan.
Dengan pola seperti ini, proses belajar menjadi lebih ringan sekaligus konsisten.
Listening Harus Dilatih dengan Mendengar
Listening tidak cukup dipelajari hanya dengan membaca teori.
Anda harus sering mendengarkan bahasa Inggris.
Biasakan mendengar percakapan, podcast, berita, video edukasi, atau latihan listening TOEFL. Tidak perlu langsung memahami setiap kata. Pada tahap awal, fokuslah pada topik pembicaraan dan informasi penting.
Saat mengerjakan soal listening, hindari terlalu lama memikirkan satu kata yang tidak dipahami.
Cari inti percakapannya.
Perhatikan siapa yang berbicara, apa masalahnya, apa pendapat pembicara, dan apa kemungkinan kesimpulannya.
Semakin sering telinga mendengar bahasa Inggris, biasanya semakin mudah Anda mengenali kata dan pola kalimat.
Jangan Menghafal Grammar Tanpa Latihan
Bagian Structure and Written Expression sering menjadi tantangan karena peserta harus menemukan bentuk kalimat yang benar dalam waktu relatif singkat.
Cara terbaik mempelajarinya adalah memahami pola dasar terlebih dahulu.
Pelajari subject dan verb, penggunaan noun, adjective dan adverb, tenses, passive voice, conjunction, clause, serta berbagai struktur kalimat yang sering muncul.
Setelah memahami satu materi, langsung kerjakan soal.
Misalnya hari ini belajar mengenai subject-verb agreement. Jangan berhenti setelah membaca teori. Kerjakan 20 atau 30 latihan khusus mengenai materi tersebut.
Dengan begitu, otak mulai mengenali pola soal secara otomatis.
Reading Tidak Harus Membaca Semua Kata
Kesalahan lain ketika menghadapi Reading Comprehension adalah berusaha menerjemahkan seluruh isi teks.
Cara tersebut justru dapat menghabiskan waktu.
Biasakan menggunakan teknik skimming dan scanning.
Skimming digunakan untuk mengetahui gambaran umum teks, sedangkan scanning digunakan untuk mencari informasi tertentu.
Baca pertanyaan dengan teliti kemudian cari bagian teks yang kemungkinan berhubungan dengan pertanyaan.
Untuk soal vocabulary, coba pahami arti sebuah kata berdasarkan konteks kalimat, bukan hanya berdasarkan hafalan.
Semakin sering mengerjakan reading, kemampuan membaca cepat biasanya akan semakin terbentuk.
Perbanyak Vocabulary Secara Kontekstual
Vocabulary tetap penting dalam TOEFL.
Tetapi jangan hanya menghafalkan daftar ratusan kata tanpa mengetahui bagaimana penggunaannya.
Lebih baik belajar vocabulary dari soal dan bacaan.
Jika menemukan kata baru ketika mengerjakan reading, catat kata tersebut, artinya, lalu buat contoh kalimat sederhana.
Misalnya Anda mempelajari 10 kata baru setiap hari.
Dalam 30 hari, Anda sudah mengenal sekitar 300 kata tambahan.
Cara seperti ini biasanya jauh lebih ringan dibandingkan mencoba menghafal semuanya sekaligus.
Biasakan Mengerjakan Tryout
Setelah belajar masing-masing materi, jangan lupa mencoba simulasi ujian.
Tryout sangat penting karena belajar materi dan mengerjakan ujian lengkap merupakan dua pengalaman berbeda.
Saat tryout, peserta harus menghadapi batas waktu, berpindah dari satu jenis soal ke soal lainnya, menjaga konsentrasi, sekaligus menentukan strategi pengerjaan.
Melalui simulasi secara rutin, Anda dapat mengetahui bagian mana yang masih lemah.
Jika nilai listening rendah, berarti latihan listening perlu ditambah.
Jika banyak kesalahan terjadi pada structure, fokuskan kembali belajar grammar.
Dengan demikian, persiapan TOEFL menjadi lebih terukur.
Latihan TOEFL Lebih Praktis di Tryout.id
Untuk membantu proses latihan, Tryout.id menyediakan latihan TOEFL online sehingga peserta dapat belajar dan mengerjakan soal secara lebih praktis.
Materi latihan mencakup bagian-bagian penting seperti Listening, Structure and Written Expression, Reading Comprehension, serta berbagai latihan yang membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk menghadapi ujian.
Anda dapat menggunakan Tryout.id sebagai tempat latihan rutin sekaligus simulasi setelah mempelajari materi.
Tidak perlu menunggu merasa pintar terlebih dahulu untuk mengikuti tryout. Justru melalui tryout, Anda bisa mengetahui kemampuan saat ini dan menentukan materi apa yang perlu diperbaiki.
Targetkan peningkatan nilai secara bertahap.
Hari ini mungkin masih banyak salah. Setelah beberapa kali latihan, Anda mulai memahami pola soal. Semakin rutin berlatih, semakin baik pula kesiapan menghadapi ujian sebenarnya.
Untuk mendapatkan nilai TOEFL yang bagus, jangan hanya belajar teori.
Belajar, kerjakan soal, evaluasi kesalahan, kemudian coba lagi.
Mulai latihan TOEFL secara online melalui Tryout.id dan persiapkan kemampuan Listening, Structure, Reading, serta kemampuan pendukung lainnya dengan lebih terarah.
